krisis ekonomi
Tidak seperti biasanya, kemarin seorang pemilik usaha menyampaikan pertanyaan kepada saya. Entahlah, apakah karena saya mirip pengusaha seperti dirinya atau seorang analis pasar forex? Ia mengatakan: “Saya bingung pak, katanya harga minyak dunia turun sehingga pemerintah akan menurunkan harga minyak. Tetapi nilai tukar dolar Amerika terus naik. Bagaimana, apakah harga barang akan turun atau akan naik? Saya sebenarnya tidak ingin menjawab, karena mungkin saja ia sekedar melemparkan pertanyaan tanpa ingin jawaban. Tetapi nampaknya ia bersungguh-sungguh karena mengulang lagi pertanyaannya, dan wajahnya itu lho, seperti mahasiswa yang haus jawaban ilmiah.
Saya akhirnya menjawab sekenanya, tak beda jauh dengan cara Imam Samudera menganalisis bahwa Amerika sudah hancur ekonominya pasca bangkrutnya Lehman sehingga menganggap bahwa Allah telah menghancurkan Amerika sebagaimana yang dicita-citakannya. Atau sama dengan analisis seorang tukang martabak 3 minggu yang lalu. Dengan nada senang ia menyambut krisis di Amerika, namun ia terkejut ketika saya mengatakan bahwa kita “orang
Bahwa dalam setiap krisis ketika pemerintah mengatakan bahwa semua baik-baik saja, maka esok hari pasar cenderung lebih bergejolak. Karena ketika pengumuman tersebut disampaikan yang nampak sebenarnya kepanikan yang diselubungkan. Siapa yang dapat mengatakan bahwa tidak ada bahaya menyangkut fundamental ekonomi makro indonesia, jika melihat semua anggota kabinet berkumpul dan presiden bicara dengan nada hati-hati.
Membaca pendapat Robert A. Simanjuntak Guru Besar FE UI dalam artikelnya “Krisis Finansial Global: Merenungkan Kembali Resep Keynes” (Kompas, Rabu 29 Oktober 2008, p.19) yang menyodorkan konsep Adam smith tentang membiarkan pasar apa ada (Laissez faire). Konsep ini didasarkan pada keyakinan bahwa mekanisme pasar itu seperti tangan gaib (invisible hand) yang bekerja untuk memastikan keseimbangan yang efisien dan kesejahteraan masyarakat. Namun berbeda dengan John Maynard Keynes yang menolak ide bahwa pasar memiliki kemampuan self adjustment. Solusi Keynes melingkupi: “regulasi pemerintah dan kebijakan fiskal untuk mempengaruhi permintaan agregat, yakni menaikkan permintaan agregat lewat pemotongan pajak dan kenaikan belanja pemerintah untuk masalah pengangguran/resesi. ….. Ketika ekonomi macet seperti saat depresi, satu-satunya cara keluar dari perangkap adalah dengan mendorong orang mengonsumsi lebih banyak barang. Untuk itu, kenaikan belanja pemerintah akan jadi pemicu”. Belajar dari Amerika menghadapi depresi besar tahun 1930an dimana presiden F.D Roosevelt mengadopsi konsep Keynes, dengan meningkatkan belanja pemerintah untuk proyek-proyek padat karya guna mengurangi pengangguran. Serta solidnya dukungan dari para gubernur Negara bagian, walikota maupun legislatif menyebabkan Amerika dapat bangkit kembali. Karena itu Simanjutak mencadangkan ide bahwa seharusnya intervensi pemerintah juga menekan pemerintah daerah agar dana APBD digunakan lebih cepat agar roda ekonomi dapat bergulir.
Saya melihat bahwa konsep membiarkan pasar apa adanya (Leave the market alone) mirip dengan ide bahwa bumi dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Namun semakin disadari bahwa kerusakan akibat ulah manusia seringkali melampaui kemampuan self adjustment tanah dan udara di planet bumi ini. Namun harapan akan campur tangan pemerintah seringkali tidak menyentuh perbaikan fundamental ekonomi. Gembar gembor pendidikan gratis kesehatan gratis, maupun bantuan Tunai Langsung hanya upaya membalut kemiskinan dengan kemasan baru. Namun tidak pernah memperbaiki kenyataan dasar, bahwa yang miskin tetap miskin. Itu sebabnya, jika para calon politisi dalam kampanye selalu mengedepankan semboyan “pilih saya maka semua gratis” hanya menunjukkan betapa ia merencanakan untuk tidak melakukan apa-apa, kecuali akan menggunakan DAU tanpa mendorong maupun mencipta peningkatan partispasi rakyat dalam pergerakan ekonomi. Jika seorang politisi kristen membuat janji politik jangan lupa bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhan. Kesediaan dan keberaniannya harus ditunjukkan dengan berjuang dalam jalan kebenaran. Dengan kesadaran bahwa Tuhan memanggilnya untuk menegakkan keadilan dan berbicara sebagai wakil Tuhan dalam bidang politik dan bukan hanya menyuarakan suara mayoritas.
Namun gagasan agar Daerah dapat menggunakan APBD dengan lebih cepat dan berani dalam situasi krisis nampaknya tidak sejalan dengan realitas kini. Karena bagi kebanyakan pemimpin daerah sekarang, jalan lambat namun aman lebih dikedepankan. Ketimbang cepat dan maju, namun akhirnya ditangkap KPK. Sebuah kehati-hatian yang baik, namun menyebabkan dana APBD tidak digunakan secara maksimal. Dalam hal ini jika anda seorang Kristen, seharusnya ketakutan anda lebih kepada Tuhan dan bukan karena KPK.
Jika anda seorang Kristen dan berada dalam posisi pengambilan keputusan ekonomi bagi banyak orang, kiranya dapat mempertimbangkan secara bijak dan meminta hikmat Tuhan. Karena jika seorang miskin berdosa karena mencuri ayam dan jemuran, seorang lain berdosa karena membenci dan tidak mau mengampuni, maka anda dapat berdosa dalam pengambilan keputusan apabila mengabaikan hak-hak ekonomi rakyat ataupun mengabaikan kejujuran moral hanya untuk menguntungkan partai anda, kelompok suku maupun keluarga.
Yeremia 22:13-17:
13Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;
14 yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah. 14 yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah.
15 Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran,
16 serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.
17 Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar